Sedang asyiknya mendengarkan sentuhan Lagu RUANG RINDU – Letto yang terputar berulang kali, jadi teringat teman/sahabat, teringat bagi yang pernah dekat, teringat alam sekitar, teringat kehidupan pastinya!
‘jadi buat RUANG RINDU aja nih…hmmm…’
RUANG RINDU CINTA-KU untuk teman/sahabat serta pembaca sekalian, voila…
RUANG RINDU – LETTO
Di daun yang ikut mengalir lembut
Terbawa sungai ke ujung mata
Dan aku mulai takut terbawa cinta
Menghirup rindu yang sesakkan dada
<reff>
Jalan ku hampa dan ku sentuh dia
Terasa hangat oh di dalam hati
Ku pegang erat dan ku halangi waktu
Tak urung jua ku lihatnya pergi
Tak pernah ku ragu dan s’lalu ku ingat
Kerlingan mata mu dan sentuhan hangat
Ku saat itu takut mencari makna
Tumbuhkan rasa yang sesakkan dada
Kau datang dan pergi begitu saja
Semua ku terima apa adanya
Mata terpejam dan hati menggumam
Di ruang rindu kita bertemu
~*~*~*~*~
’Per’CINTA’an yang Romantis’ akan terjadi jika kita meraih dan melewatinya dari ‘CINTA’ terbaik yang kita miliki!!
Jangan pernah berfikiran bahwa ‘CINTA’ hanya untuk orang yang masih muda saja (baca tidak mengenal umur), hanya terjadi antar manusia saja, karena ‘CINTA’ tidak pernah mengenal segalanya. Wujud curahan kita terhadap alam sekitar serta hewan adalah hanya dengan kata ‘CINTA’ yang diberikan-Nya. Kisah ‘CINTA’ bisa terjadi dalam banyak persoalan, bukan hanya terjadi dalam kisah ‘CINTA dua insan manusia yang terdiri dari pria dan wanita saja.
Masih banyak kisah ‘CINTA’ lain yang terbentuk dan tercurah pada sisi kehidupan kita. Nyatanya?? Banyak bouw!!??
‘CINTA’ tidak mengenal waktu, usia, latar belakang, tidak mengenal kesombongan/tinggi hati, dan semuuuuuanya…
Lihat tuh dalam beberapa info di media-media televisi, seorang artis aza bisa ngomong ‘aku butuh ‘CINTA’ dankasih sayang dari seorang lho??
Seorang penulis juga mengucapkan, ‘aku tumbuh karena ‘CINTA’ para pembaca tulisan ku’
Seorang penyanyi dapat terkenal karena ‘CINTA’ dari para fans-nya.
Seorang bintang film dapat terkenal karena ‘CINTA’-nya kepada dunia akting tersebut CINTA yang diberikan para pengemarnya.
Bener khan bahwa ‘CINTA’ itu nyata adaanya…??
Kata-kata serta wujud ‘CINTA’ tersebut bisa keluar dari sudut mana dan siapa saja.
‘CINTA’ tidak mengenal kata muda-tua, miskin-kaya, dekat-jauh, atau kecil-besarnya karena ‘CINTA’ tidak mengenal
apapun juga!! Enggak percaya…??
Coba kita tanya pada diri kita…??
‘CINTA’, dia mengalir bagaikan aliran air yang terus berjalan dalam kehidupan kita, dia hinggap di semua hati manusia, dia tumbuh dalam perkembangan waktu, seperti layaknya bunga yang akan tumbuh dan mekar jika diberi pupuk, dan disirami. Bagaikan seorang anak yang baru lahir, dibesarkan hingga dia tumbuh, berkembang hingga dewasa. Itu semua karena ‘CINTA’ saja yang telah merasuk dalam diri kita.
Sambil juga mendengarkan alunan lagu Glenn Fredly (salah satu penyanyi favorit ku nih) menggugah ku untuk memberikan sebuah inspirasi tentang ‘per-’CINTA’-an’ dari beberapa persoalan kisah ‘CINTA’ yang selalu menerpa teman/sahabat ku. Mereka datang dengan isakan tangis, kegembiraan, dan suka cita. Luarrrrr…r biasa!!
Ternyata?? Di luar dugaan ku.
Per-’CINTA’-an selalu menjadi salah satu perjalanan hidup manusia, menjadi karakter kita, menjadi panutan baik/jelek dalam kehidupan pribadi ataupun keluarga kita. Coba kita tanyakan pada diri kita, benarkah kalimat tersebut??
Jika jawaban kita adalah salah, wahhhh…kita termasuk orang yang membohongi diri kita sendiri euyy…y…
Gimana ‘nggak…?? Kita berbohong pada diri kita sendiri.
(‘bersama mu, ku lewati lebih dari seribu malam…
bersama mu, yang ku mau namun kenyataannya tak sejalan…
Tuhan bila masih ku diberi kesempatan…
Ijinkan aku untuk men’CINTA’inya…’)
Itu sebahagian syair lagunya Glenn dengan judul ‘Sekali Ini Saja’, tetapi hal tersebut dapat terjadi dan memang terjadi dari lubuk hati kita semua.
Jangan enggak percaya deh kalau kita sudah jatuh dalam sebuah hubungan keintiman per-’CINTA’-an, ‘dunia rasanya,
milik kita berdua!!’
Jangan enggak percaya, suatu hubungan bisa putus begitu saja jika memang pada waktunya tidak bertahan. Setiap
per-’CINTA’-an memiliki resiko memudar. ‘Romantisme Per’CINTA’an’ selalu memudar secara alamiah!!
‘CINTA’ itu seperti kilat!
Kita tidak dapat mengatakan di mana dia akan menyambar sampai dia sudah turun lebih dahulu dan kita tidak dapat menghindarinya.
‘CINTA’ itu gila!
Kata tergila-gila sering kita ucapkan kepada sekitar kita dalam masalah dan persoalan yang satu ini. Keadaan tersebut terjadi dimana seseorang yang sedang jatuh ‘CINTA’ menjelaskan curhatannya kepada kita. Kita sukar
membayangkan bagaimana seseorang dapat hidup setiap hari di puncak seperti itu, tapi kita lupa dengan kalimat tersebut pada saat kita juga berada pada puncak yang sama.
Anda pernah merasakanya khan…?? Hmmm…
Satu-satunya cara untuk mencapai ketenangan jiwa dan fikiran kita pada saat mengalami kegoncangan ‘CINTA’ adalah dengan melihatnya setiap hari sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan dan mengasihi serta men-’CINTA’-i manusia.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena kita masih diberikan rasa tersebut!
Kalau tidak??
Mana ada kalimat-kalimat yang seperti itu bouw!!
Jika kita sudah mengalaminya dalam kesedihan maka apa yang kita perbuat…??
Kata-kata syair lagu tersebut yang akan keluar dari mulut dan hati kita. Bener dunk??
(‘Namun bila waktu ku telah habis dengannya…
Biar ‘CINTA’ hidup s’kali ini saja…’)
Itu syair lanjutan lagu di atas…
Karena jika kita gagal menghadapi sakit hati kita dari hubungan-hubungan per’CINTA’an sebelumnya dan gagal mencari kesembuhan, maka kita akan mengulangi sakit itu lagi dan lagi dan lagi dalam hubungan-hubungan selanjutnya. Hadapilah dengan segala persoalan ‘CINTA’ kita. Pelajari, renungkan dengan baik bahwa ‘CINTA’ itu indah bouw!!??
‘Tak sanggup bila harus jujur hidup tanpa hembusan nafasnya…’
(ini bait/syair lagu yang diambil)
Itulah kekuatan ‘CINTA’!!
Bagaimana kita tidak mengatakannya dengan ‘ya’, mana mungkin seorang penyair dapat menulis/menciptakan syair, mengubah lagu untuk sebuah ungkapan ‘CINTA’.
‘CINTA’ itu kudu dipelajari, diuji, dan setelah itu dipelajari lagi, tidak pernah ada akhirnya. Jika memang ‘CINTA’ yaaa??
Hubungan ‘CINTA’ yang sehat dan bermanfaat dibangun di atas identitas pribadi yang kuat, harga diri yang berkembang senantiasa, pengertian yang mana tujuan pribadi dan bersama, kemampuan untuk terikat pada hal-hal di luar diri kita (baca tanggungjawab, saling menghargai, dan semangat yang baik dan tahan lama). Pertahankan itu!
‘CINTA’ adalah suatu campuran komposisi unsur yang berlawan: kasih sayang dan kemarahan, ketertarikan dan rasa bosan, kestabilan dan perubahan, pembatasan dan kebebasan.
Adalah lebih baik di-’CINTA’-i dan terhilang dari pada tertahan bersama pecundang sejati selama sisa keberadaan kita yang menyedihkan.
Keinginan kita adalah untuk di-’CINTA-’i, didengarkan, diinginkan, dipercaya, dan kadang-kadang hanya dipegang saja.
Tahukah kita dengan siapa kita sedang jatuh ‘CINTA’??
Mungkin kita berfikir tahu. Tapi benarkah??
Banyak orang berfikiran bahwa kualitas hubungan-hubungan romantis mereka pada hal-hal yang suatu hari tidak akan berarti sama sekali.
‘CINTA’ yang kekal didasarkan pada hubungan yang dibuat di lubuk hati yang dalam terutama nilai-nilai dan kepercayaan.
Jika kita merasakan sedang jatuh ‘CINTA’ pada seseorang, fikirkan pertanyaan,
‘apa tujuan terbesar ‘CINTA’ kita dalam hidup ini?’,
‘karakter ‘CINTA’ apa yang paling tidak kita suka dalam diri seseorang?’
dan setelah itu, dengarkan hati kita!!
Kesabaran adalah kekuatan karena waktu dan kesabaran, ‘CINTA’ tulus akan menjadi sebuah kain sutera.
Kebenaran dan kejujuran adalah landasan kuat bagi ‘CINTA’…jika tidak?? Tidak akan pernah bertahan!!
Oleh karena itu ucapkan syukur bahwa kita masih dapat mengatakan ‘KARENA CINTA’
Men-’CINTA’-i adalah sebuah kata kerja dan lihat kata kerja tersebut, mengandung makna untuk kita semua.
So, kerjakan dengan sebaik-baiknya deh untuk ‘men’-CINTA’-i’!!
Sungguh indah CINTA, bermakna, bertumbuh, berkembang, mengalir, menyentuh relung-relung hati kita…
Nikmati CINTA yang ada dalam hati kita karena CINTA adalah ANUGERAH yang dapat dirasakan…
Berbahagialah dan bersyukurlah karena CINTA…
Choisir d’aimer…
by me (~ds/dianasihotang/ap-05nov04)




[...] Diana Sihotang Teddy Sport Hall [...]