Merasakan Kecewa Dan Dikecewakan?
Goresan kali ini dihiasi lagu lama ‘Someday I’ll Be Saturday Night – Bon Jovi’.
Be enjoyed and motivated!
~*~*~*~*~
Pastinya Anda pernah merasakan kecewa dan pastinya Anda dikecewakan. Benar demikian, kawan?
Bagaimana nikmatnya merasakan rasa kecewa dan dikecewakan tersebut?
Pastinya menyesakkan nafas Anda dan pastinya emosi akan bercampur aduk di dalamnya. Bisa Anda bayangkan?
Baru-baru ini seorang teman bercerita bagaimana perasaan kecewa dan dikecewakan yang sangat mendalam dirasakan atas teman-temannya yang menurutnya selama ini dekat (baca-masa suka) tetapi pada saat dia membutuhkan pertolongan, mereka menjauh bahkan hanya untuk menemani sebagai pendengar saja pun mereka hilang seperti di telan bumi.
‘Aku kecewa dan sangat dikecewakan sama mereka, di!’. Itu kata teman tadi.
Kecewa dan dikecewakan sangat dirasakan dalam hati dan fikiran!
Ingatlah…
Yeah, I missed one, but I’ll get another one…
Gadis menginjak usia tiga puluhan mengalami rasa kekecewaan yang sangat mendalam di saat sang idaman hati meninggalkannya dan memutuskan untuk menikahi wanita lain. Gadis itu tidak mengerti kenapa sang pujaan hati dapat melakukannya padahal hubungan jalinan cinta mereka sudah menginjak pada angka sepuluh tahun.
Sungguh keterlaluan, sungguh ironis, sungguh kejam!
Rasa kecewa dan dikecewakan yang sangat mendalam terus menghantui masa-masa sulitnya tetapi dia harus melaluinya meski setapak demi setapak menuju perbaikan diri.
I’ll be back on my feet, I’ll be doin’ alright…
Seorang pekerja dengan label Asisten Manager pada salah satu departemen kantor mengatakan bahwa dia pernah kecewa. Kekecewaannya mulai timbul setelah penolakan pengakuan sang atasan dari laporan yang telah dilakukannya. Padahal pada kenyataannya laporan tersebutlah yang membuat nilai terbaik atas penilaian Dewan Direktur terhadap atasannya. Sang atasan mendapatkan pujian terbaik sedangkan dia malah tidak dianggap keberadaannya. Dari sanalah awal dimulainya persoalan kecewa dan dikecewakan yang terus mendalam. Dari analisanya sendiri mengurutkan bahwa kepindahannya dari satu kantor cabang ke cabang lain adalah trik kepada dirinya agar dia melepaskan dan meninggalkan jabatannya tersebut.
Apa akibatnya?
Dia mulai mudah marah kepada orang lain bahkan kepada bawahannya. Emosi bercampur aduk dan mulai timbul kegerahan malas dalam dirinya. Penurunan hasil kerja yang sangat drastis dan terakhir surat cinta Putus Hubungan Kerja harus ikut diterimanya.
It can get worse than yesterday…
Seorang gadis tengah baya bercerita bahwa saat ini keadaan rahimnya telah diangkat dikarenakan penyakit sudah menjalar di dalam tubuhnya. Uang simpanan habis, keluarga yang selama ini dia topang pun terus membutuhkan dana, perasaan minder terhadap teman-teman sekitar apalagi terhadap Kaum Adam, gaji yang akan terus dipotong selama waktu yang tidak tahu kapan selesainya karena biaya pengobatan dan operasinya yang melejit tinggi pada saat lalu. Bahkan sempat dia menyalahkan Sang Pencipta atas penyakitnya ini.
‘Kenapa penyakit ini aku tanggung?’
‘Kemana diri-Mu, Tuhan di saat aku seperti ini?’
‘Kenapa Kau biarkan penyakit ini datang dan aku harus kehilangan rahimku, aku tidak dapat menikah, tidak mungkin dapat hamil lagi, bagaimana keluarga ku yang masih butuh pertolongan ku?’
Kecewa dan perasaan dikecewakan ditunjukkannya kepada Sang Pencipta!
Like I ain’t got nothin’ but this roll of the dice…
Semua versi cerita yang diceritakan di atas kepada ku selama ini adalah berat sesuai kapasitas dari diri mereka pribadi untuk mengatakan berat atau tidak tentunya. Bisa aku rasakan dan sangat dipahami bagaimana perasaan itu harus dinikmati mereka selaku orang yang dihadapkan pada rasa tersebut. Itu semua bisa terjadi karena secara pribadi pun aku pernah mengalami rasa kecewa dan dikecewakan itu.
Kecewa dan dikecewakan adalah dua kata yang saling terkait dalam satu kesatuan perasaan yang mendalam dan tentunyua hati yang sangat terluka. Ibarat hujan deras yang terus-menerus datang sepanjang malam hingga pagi hari tiba.
Apakah tidak mungkin jika hujan deras terus-menerus mengakibatkan banjir dimana-mana?
Tetapi ingatlah bahwasanya hujan deras pasti akan berhenti perlahan menjadi hujan rintik-rintik dan seterusnya hanya meninggalkan tetesan air pada dedaunan hijau.
Rasa kecewa dan dikecewakan dapat muncul karena tidak tercapainya dari sesuatu yang telah diinginkan dan diharapkan. Dia keluar bukan secara tiba-tiba tetapi dia akan muncul karena adanya proses suatu masalah. Dia akan keluar sesuai dengan kadar keinginan dan harapannya.
Rasa kecewa dan dikecewakan seringkali memicu hubungan yang tidak baik dengan orang lain di sekitar Anda dan malah seringkali membuat tingkah laku dan perbuatan di luar kendali seseorang yang mengakibatkan semburan aura kehancuran berada di depannya!
Seringkali rasa kecewa dan dikecewakan ini malah akan membuat hasil yang negatif. Itu semua dapat terjadi dikarenakan pengaruh emosi yang melonjak tinggi. Pada saat-saat seperti itulah penyakit lupa manusia untuk mengikutkan Sang Pencipta di dalam persoalan berat yang sedang dihadapi sehingga hasil yang didapat hanyalah angka nol besar (baca-tidak mendapat apa-apa).
Sadarkah kita bahwa Dia-lah yang menentukan hasilnya?
Kadang kita tidak menyadari bahkan sering lupa untuk membedakan bahwa ada hal yang memang menjadi urusan kita dan ada hal yang menjadi urusan dan ikut campur tangan Tuhan, Sang Pencipta manusia itu sendiri.
Seiring waktu berjalan dengan masalah yang sedang dihadapi, urusan kita hanya menyangkut usaha perbaikan menuju hasil terbaik, sedangkan yang menentukan hasil terbaik adalah urusan Tuhan, Sang Pencipta!
Jika harapan Anda begitu mendalam maka jelas kadar kecewa dan dikecewakan pun akan sama mendalamnya. Semakin berat Anda merasakan perasaan kecewa dan dikecewakan, semakin berat pula penyembuhan bagi diri Anda sendiri!
Dampaknya?
Semakin lama pula waktu yang diperlukan untuk penyembuhan diri Anda!
Cobalah untuk menjauhi dan menjaga jarak dari sumber rasa kecewa dan dikecewakan tersebut dan untuk sementara waktu mulailah memfokuskan diri pada hal lainnya.
Dapatkah seseorang melupakan begitu saja sesuatu hal yang pernah singgah didalam hati dan fikiran?
Tentu jawabnya, tidak akan pernah bisa!
Berat memang untuk menerima keadaan tersebut. Tetapi waktu adalah obat mujarab bagi diri Anda!
Perlu Anda ingat bahwa rasa kecewa dan dikecewakan itu memang harus dihadapi dan dijalankan prosesnya dan jangan pernah lupakan bahwa dibalik itu semua pasti ada hikmah positif!
So now friends, say it now!
Yeah I’m down, but I know I’ll get the result…
I’m feelin’ like a Monday, but someday…
I’LL BE SATURDAY NIGHT!
Warm kissing from my heart.
by me (~ds/ap-18oct09)



Tulisan Ibu memberi semangat baru bagiku…semoga bagi yang lainnya juga…
thanks ya, GOD Bless You…
WR,
Yulita Silitonga
yup, intinya jangan berlama-lama dalam kondisi penyesalan karena kita hidup bukan untuk itu
- Jhonson Sitompul -