Senantiasa Ucapkanlah Syukur Kepada Sang Pencipta
Berangkat dari beberapa kumpulan artikel selama ini, aku mencoba untuk berbagi ke dalam Art Life-ku, kenapa tidak dicoba sekalian untuk membuat goresannya?
Goresan kali ini dihiasi lagu jazzy ala ‘Still A Friend Of Mine – Incognito’.
Listening and Motivated!
~*~*~*~*~
Still A Friend Of Mine – Incognito
You know as true as trees are tall
And autumn leaves do fall
Oh, it sometimes rains in paradise
And even the warmest heart can turn to ice
I know it happend to us all
Every kind of people fall
And after all the tears are gone
Do we have the heart to carry on
<chorus>
Here and now, still somehow
Still a friend of mine, oh you’re still a friend of mine
Still a friend of mine, you’re still a friend of mine
Still a friend of mine, oh you’re still a friend of mine (oh)
To think of all the times I hurt you
And never thought it through
Oh, I treated you so badly baby
Could such a cruel heart ever be free
I know it happens to us all
Every kind of people fall
Oh, and after all is said and done
Do we have the heart to carry on <chorus>
I know as long as I’ve got you
And we do the things we do
The next time baby
That our love breaks down
I’ll do the best that I can
To turn it around <chorus>
Time and time and time again
I’m gonna be right here for you baby
Seasons come and seasons go
Gonna be right here for you
<repeat x3, fade)
—–
Langit agak gelap, udara dingin yang sangat menyengat, belum lagi ditambah datangnya hujan dari malam hingga pagi hari membuat agak sedikit malas untuk beranjak melakukan sesuatu. Proses ini sudah seminggu lamanya. Urgh!
Tanpa kita sadari hal seperti ini sering terjadi bahkan berulang di dalam kehidupan kita. Sama halnya dengan kejadian pada musim kemarau.
Benar demikian?
Bisa Anda bayangkan bagaimana di saat bangun tidur dimana mata terbuka untuk pertama kalinya, yang terdengar dengan jelas adalah bunyi gemericik air hujan menerpa atap rumah Anda dan pada saat bangun tersebut, Anda teringat akan sesuatu yang harus diselesaikan pada hari itu juga!
“Aduh, kok hujan sih, gue harus ke kantor nih. Mana pagi ini harus kasih laporan ke bos lagi”
“Yaaa, hujan deres banget lagi. Gimana caranya nih bawa berkas presentasi?”
Aduh…aduh…dan aduhhh…lainnya!
Hujan, still a friend of mine!
I know it happend to us all!
Bagi mereka yang terbiasa memakai kendaraan ‘sepur’ sebagai alat utama transportasi tentu dapat membayangkan bagaimana kotornya bagian kaki Anda, dan bagaimana sakitnya kaki Anda karena terkena injakan sepatu lumpur teman Anda yang berada di dalam ‘sepur’ tersebut (heheheee…e…)
Mengeluh senantiasa menjadi kebiasaan kita!
“Manusia tidak pernah puas!”, begitulah yang sering kita dengar dan ucapkan.
Dibalik cerita di atas, ada awal yang terlupakan yaitu mengucap syukur atas hari yang baru, atas nafas yang masih dapat kita hirup, atas udara, atas hujan atau matahari yang dengan setia terbit setiap pagi.
Kalaupun pada bulan-bulan ke depan ini akan banyak datang hujan, tentunya tidak akan berkurang rasa syukur kita. Akankah berkurang rasa syukur kita kepada Sang Pencipta hanya gara-gara musim hujan?
Setelah tiba di kantor atau tujuan kita yang lain, sudah sepatutnya kita bersyukur atas perlindungan Sang Pencipta selama perjalanan kita karena dengan demikian kita dapat bertemu dengan teman-teman sejawat, kita dapat memulai kembali merasakan indahnya pertemanan dan persahabatan.
Sedikit aku tambahkan dengan hal kecil kembali yaitu ketika tiba di meja kerja kerja, kita dapat membuka dan kemudian membaca sebuah media surat kabar sambil menikmati hangatnya teh atau secangkir kopi hitam. Kita dapat menikmati berita terbaru, berita ekonomi, berita gosip artis, dan berita lainnya.
Pernahkah terfikir untuk mengucap syukur atas ketersediaan surat kabar tersebut? Atas mereka yang telah bekerja dan berbagi untuk memberikan beritanya kepada kita?
Selalu bersyukur?
Emangnya gampang?
…..
You know as true as trees are tall
And autumn leaves do fall
Oh, it sometimes rains in paradise
And even the warmest heart can turn to ice
Jika kita mengalami masa sulit yang dahsyat ataupun di saat kita jatuh sakit, kita akan balik bertanya kepada Sang Khalik, mengapa diberi penyakit ini itu?
Tetapi jika kita sedang bahagia dan sehat, jarang bahkan seringkali kali terlupa untuk ucap syukur!
Sadarkah kita bahwa dari Sang Penguasa Dunia-lah kebahagiaan, kesuksesan, keberhasilan itu berasal.
Sadarkah kita bahwa Penciptalah yang telah membuat program perintah otomatis ke dalam tubuh agar mereka bekerja dengan baik.
Bagaimana jika tidak ada kesulitan?
Bagaimana jika tidak ada kebahagiaan, kesuksesan, atau keberhasilan?
Bagaimana jika tidak ada sakit?
Bagaimana jika tidak ada kesehatan?
Tetapi apa yang kita lakukan?
Kita selalu mengeluh dan mengeluh!
Kita mengeluh bahwa pekerjaan kita selangit, sangat membosankan, gaji kecil padahal tanggungjawab besar, atasan yang menyebalkan (baca-jutek), dan seterusnya, dan seterusnya.
Sering kali kita membuang makanan sementara beribu-ribu orang tidak mampu makan dengan layak. Masih ingat gempa bumi yang terjadi baru-baru ini menimpa negeri kita, Indonesia? Ya, di Sumatera!
Bagaimana dengan ketersediaan papan bahkan pangan bagi mereka?
Kita sering kali merasa iri dengan tetangga atau teman kita karena rumah yang lebih bagus dan nyaman, kendaraan, dan sandang mereka yang mahal-mahal.
Time and time and time again
I’m gonna be right here for you baby
Seasons come and seasons go
Gonna be right here for you
Sering kita lupa untuk bersyukur, betapa beruntungnya memiliki orang tua yang terus mengasihi, mencintai tanpa syarat, yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan serta berusaha memberikan pendidikan terbaik bagi kita.
Sering kita lupa untuk bersyukur, betapa beruntungnya memiliki saudara-saudara yang memperhatikan, tempat berbagi cerita dan suka dan duka.
Sering kita lupa untuk bersyukur, betapa beruntungnya memiliki cinta dari teman dan sahabat yang selalu menemani keseharian dan memberikan nuansa kehidupan bagi kita.
Sering kita lupa untuk bersyukur, betapa beruntungnya memiliki guru atau dosen yang telah membagikan ilmunya kepada nilai pendidikan kita.
Sering kita lupa untuk bersyukur, betapa beruntungnya memiliki pekerjaan yang telah membuat diri kita tidak menjadi seorang pengangguran.
Bagaimana dengan mereka yang sudah tidak memiliki orang tua?
Bagaimana dengan mereka yang memang sejak lahir sudah menjadi yatim piatu?
Bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki kakak atau adik?
Bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki teman dan sahabat?
Bagaimana dengan mereka yang hidup di jalanan dan tidak mengenal pendidikan?
Bagaimana dengan mereka yang pengangguran, yang sangat susah mendapat pekerjaan atau yang terkena PHK?
I know it happend to us all
Every kind of people fall
And after all the tears are gone
Do we have the heart to carry on
So now my friends…
Benarkah ada banyak hal yang dapat kita syukuri?
Ingat dan sadarkah bahwa selama ini kita cenderung hanya mengucap syukur atas hal-hal yang membuat kita bahagia dan senang. Sementara banyak anugerah (baca-berkat kecil) yang hanya terlewatkan begitu saja karena kita menganggapnya sebagaimana yang seharusnya.
Just only for granted!
Segala persoalan dan masalah yang terjadi di dalam kehidupan kita baik sukar atau tidak, baik susah atau senang, baik hujan atau kemarau…
Many Problems?
STILL FRIEND OF MINE!
UCAPKAN SYUKUR atas segalanya!
Hanya DIA-lah Yang Harus Menjadi Teman Anda dan saya!
Warm kissing from my heart.
by me (~ds/ap-Thursday-26nov09)



Ketika Syukur menguasai hati kita, sesungguhnya hidup kita telah Tuhan cukupi.
Di, Thanks for your encouraging note, it is beautiful and inspiring me, keep inspiring uplifting and motivating others!.
I would love to share in my FB wall.
God bless!
Blessings,
~ Chen
@> MHS
luarrr…rrr…biasa untuk mu, sis!
terimakasih atas kesediaannya untuk selalu memperhatikan, datang kembali dan memberi sedikit komentar pada dianasihotang poenya website.
jika tidak keberatan, silahkan kunjungi dianasihotang poenya weblog. banyak hal berbagi disana.
share pada Face Book?
silahkannn…n…dan dengan sangat senang hati memberi izin. semoga bermanfaat!
peace & love
~ds/dianasihotang
Wow… Tx God boleh baca artikel rekan DD yang sungguh meneguhkan dan inspiratif… Tx..
Izin share di Facebook ya.. Tx again..
JBU always..