... » Let your love lead through the darkness « » Setiap waktu berikan SENYUM KETULUSAN kepada teman dan sahabat kita « » Be Motivated and Doing Something Right for Today! «...

Who am I / Siapa aku

~ds/di/dianasihotang

Siapakah AKU ini, diana (br/boru) sihotang?

Siapa sih diana boru sihotang ini?
atau
yang punya panggilan ‘di’ ini / panggilan lainnya?
atau
yang punya inisial ‘~ds’ ini?

Dalam dunia maya mana saja dia berada?

~*~*~*~*~

Kebanyakan orang menyapa ku dengan sebutan ‘di’ doank hingga saat ini. So simple!

Masa kecil bersama teman-temin ‘piyik’ sekolah, aku disapa dengan sebutan ‘din’.
Waktu masih duduk sebagai Pelajar SMA, teman-temin ‘piyik’ ku memanggil dengan sebutan batman’. Aku sendiri tidak tahu tepatnya mengapa mereka menyapa ku demikian. kata mereka dulu aku sering memakai kaos kaki panjang yang selalu dengan cap ‘batman’.
Di saat kuliah di Bandung ada lagi sebutan baru ku, yaitu ‘dien’ bahkan untuk kalangan dekat sahabat kuliah ku, mereka menyapa dengan lantangnya ‘din’, ‘udin’ atau ’si udin’ serta ‘din-din’.

~ds/di/dianasihotang

Sedang saat kuliah di Jakarta, panggilan ku menjadi jauh berubah dengan sebutan ‘kak di’. Maklumlah teman-temin kuliah di saat itu 98% adalah adik-adik ku yang masih muda belia dengan perbedaan umur 12-13 tahun dengan ku.
Tetapi dari semua panggilan tersebut ada pula yang menyapa ku hingga kini dengan sebutan ‘butet’ serta ‘dian’.

Semenjak membuka tautan pertemanan di dalam media sosial facebook akhirnya sebutan yang sudah lama terpendam pun kembali disebutkan untuk-ku seperti, ‘non’, ‘na’, ‘si batak’, ‘batak gila’ (baca-gilak dan bukan gila!), ‘butet’, ‘sihotang’, serta panggilan baru seperti ‘ibu pujangga’ pada akhirnya. Facebook itu luar biasa menurut ku!

terimakasih atas panggilan warna-warni ini, untuk teman-temin serta mitra kerja ku…

~*~*~*~*~

~ds/di/dianasihotang

so inilah aku, diana sihotang…

Nama lengkap ku adalah Lastiar Diana Helentina (br/boru) SIHOTANG.
Aku dilahirkan di Kota Tanjungkarang-Bandar Lampung, satu Kota di Ujung Selatan Pulau Sumatera, Provinsi Lampung, Indonesia, pada tahun 1972.

Nama Lastiar adalah sebuah kata nama yang diberikan oleh Bapak Tua, abang dari Bapak-ku yang kini sudah almarhum.

Nama Diana adalah sebuah kata nama pemberian dari Bapak Tua-ku, Marga Barus yang memiliki ‘suara serak dahsyat’. Bapak Tua ini adalah sahabat karib Bapak-ku saat lalu. Saat ini pun beliau sudah pergi untuk selamanya bersama Yesus. Lucunya, nama Diana diberikan olehnya tetapi sebelum ia wafat, beliau selalu memanggil ku dengan sebutan ‘butet’.

Nama Helentina adalah sebuah kata nama pemberian Bapak dan Mama-ku.

Sihotang  adalah salah satu identitas Marga dari Orang Batak dimana satu marga ini secara langsung diturunkan dari Bapak-ku kepada-ku. Ya, aku dilahirkan dari keturunan Suku Batak, Tapanuli Utara.
terimakasih bagi-MU yang telah memberikan nafas kehidupan hingga hari ini…

Hingga saat ini banyak orang menilai bahwa penampilan-ku lebih cenderung ke laki-laki-an (tomboy.red). Aku berfikir bahwa itu semua dikarenakan gaya penampilan saja yang sudah menempel pada sifat-ku.

Masa kecil ku pun diwarnai dengan Keluarga Jawa. Aku memiliki ‘Mbah laki-laki dan Mbah perempuan (alm.read)’. Aku menyebut mereka ‘Mbah Hanoman’ dikarenakan mereka tinggal di Daerah Hanoman, Tanjungkarang-Bandar Lampung. Hingga saat ini Keluarga besar mereka sangat bermakna dan mempunyai arti bagi keluarga ku meskipun demikian hingga saat ini keluarga besar ku belum pernah melihat arti kata berbeda dengan mereka. Mbah Hanoman adalah Bapak-Ibu angkat dari Bapak ku.
terimakasih bagi-MU yang telah memberikan Keluarga Besar Mbah Hanoman kepada ku…

Pesta Pernikahan-ku

kehidupan-ku di keluarga yang kecil…
silsilah ini ku buat terhitung dari orang tua ku…

Label keturunan atau cap Marga Batak SIHOTANG ada dan selalu di belakang nama ku. So pasti-lah Marga Bapak-ku adalah SIHOTANG. Nama Bapak-ku adalah R. SIHOTANG dan per 10 Februari 2011 beliau sudah pergi dengan tenang dan bahagia bersama YESUS-ku. Aku juga dilahirkan dari rahim seorang Mama cantik, M br MANURUNG.

Sebelum mereka memiliki cucu, ke dua orang tua ku memiliki ‘jabatan-pangkat’ dengan panggilan Bapak/Mama Diana (baca-dalam Istilah Adat Batak).

Yang ku miliki hanya satu saudara kandung, wanita, Herawati br Sihotang. Dia juga merupakan hadiah dari ke dua orang tua-ku dan aku bangga padanya karena dia adalah satu adik yang cerdas di masa sekolahnya. Lucunya hingga saat ini, aku sangat bahagia sekali jika aku dapat membuatnya kesal hingga dia menangis. Itu semua ku lakukan hanya karena usil-ku padanya padahal saat ini pun dia sudah menikah dan memiliki keturunan lho? (heheheee…)
‘wahhh…’dang mar iboto’ (baca-kagak punya saudara laki-laki dalam Istilah Batak-nya).

Pada tahun 1999, perubahan baru dalam kehidupan pribadi ku, dengan diberikan-NYA hadiah seorang laki-laki tinggi yang berkulit hitam, Monang SIDABUTAR namanya.

Hi, salam kenal!

Kembali diberikan-NYA pada ku satu anugerah yang sangat istimewa yaitu seorang laki-laki kecil pada tahun 2000. Nama yang tertulis dalam akta kelahirannya, yaitu Gracio Obed Efata Hasian SIDABUTAR.

Lahirnya laki-laki kecil ini merupakan awal dan menjadi perubahan dalam keluarga kecil kami, ‘nunga ro iboto na’ (baca-sudah datang saudara laki-lakinya) sehingga perubahan itu pun sangat berpengaruh dalam kehidupan sosial Orang Batak bagi ke dua orang tua-ku.

Mungkin hal sepele dan kecil bagi Keluarga Batak lainnya tetapi tidak bagi keluarga kecil ku, terutama bagi ke dua orang tua ku di lingkungan sosial ke-Batak-annya!

Dengan kehadiran seorang laik-laki kecil tersebut maka sekarang ke dua orang tua ku memiliki ‘jabatan-pangkat’ baru yang dalam Istilah Adat Batak-nya, yaitu Ompu Ni Gracio (baca-Kakek/Nenek Si Gracio).
terimakasih bagi-MU yang telah membuat perubahan besar bagi ke dua orang tua-ku setelah kelahiran seorang laki-laki kecil ini…

kehidupan masa kecil-ku di dalam gereja…
Mama ku adalah seorang ibu yang sangat berperan penting dan keras untuk mendidik ke dua putrinya dalam urusan keagamaan. Hingga saat ini satu hal yang selalu ku ingat dari seorang Mama mengenai ‘berbagi dan pemberian’. Mama selalu mengingatkan dan mengatakan, ‘Ingat Diana, apa yang telah dikerjakan dan diberikan oleh tangan kanan-mu, tidak boleh diketahui oleh tangan kiri-mu!’.

Hal keagamaan ini pun terus ku rasakan pengaruhnya hingga saat aku kuliah. Tanpa lelahnya seorang Mama-ku akan selalu menasehati dalam setiap telponnya kepada ku pada saat lalu apalagi setelah dilihatnya beberapa anak dari teman-temannya menjadi anak yang ‘sedikit berbeda’ dalam hal ke-kristenannya setelah mereka bersekolah di Kota Bandung.

HKBP Kedaton, Bandar Lampung

Bukan Kota Bandung-nya yang telah membuat mereka berubah tetapi fikiran dan diri pribadi ‘anak’ tersebutlah yang sudah berubah dalam hal ke-kristen-annya, itu pemahaman ku hingga saat ini!

Awal ku mengenal sebuah kehdiupan gereja adalah Huria Kristen Batak Protestan (Gereja HKBP Kedaton-Bandar Lampung).
Ya, aku besar di lingkungan gereja tersebut.

Dimulai dari ‘tardidi’ (baca-Baptis Gereja dalam Istilah Batak-nya), Sekolah Minggu, Pra-remaja, Remaja yang lulus ‘Malua’ (baca-katekisasi dalam Istilah Batak dan kristiani-nya) hingga pernikahan ku pun dilakukan di gereja yang satu ini.

Di gereja inilah aku memiliki teman dan juga sahabat kecil. Di gereja ini pula aku terbilang aktif terutama untuk kegiatan Vokal Grup atau Koor Gereja.
Di gereja ini pula-lah aku mulai belajar berani dan mengembangkan suara di depan umum (saat kebaktian).
terimakasih HKBP Kedaton Tanjungkarang-Bandar Lampung yang telah memberikan dasar hidup ke-kristenan ku untuk bertumbuh…

~ds/di/dianasihotang

kehidupan seni-ku…

Jika dilihat dari silsilah keturunan maka suara yang senang bernyanyi ini ku dapatkan dari seorang Mama dan jika memiliki seni musik yang ku miliki, bisa aku katakan berasal dari seorang Bapak-ku. Meskipun demikian aku tidak pandai atau ahli dalam memainkan sebuah alat musik tetapi yang ada sekarang malah aku menjadi penikmat beragam musik dan lagu-lagu minor. Apapun musik dan lagu itu, aku menyukai nada minor-minornya. Seni musik ini pun bisa tumbuh di dalam diri-ku karena pernah ada kesempatan di masa kecil untuk kursus piano ditambah lagi saat aku belajar sendiri untuk memainkan sebuah gitar.

kehidupan-ku sebagai pelajar…
Hingga berumur 19 tahun aku dibesarkan oleh ke dua orang tua-ku di Kota Tanjungkarang.
Awal mengenal dunia pendidikan, aku bersekolah pada TK Xaverius Tanjungkarang-Bandar Lampung, dilanjutkan ke SD Xaverius Tanjungkarang-Bandar Lampung, berlanjut terus ke SMP Xaverius Tanjungkarang-Bandar Lampung.

Di sekolah inilah aku belajar arti kebersamaan, tanpa tau bahwa ada perbedaan si kaya atau si miskin antar sesama kawan, tanpa tau ada perbedaan agama antar sesama pelajar karena aku sangat merasakan kebersamaan tersebut saat kami masih sama-sama menjadi pelajar. Mungkin satu hal yang tidak mungkin tetapi pada kenyataannya bahwa hingga saat ini pun aku merasakan kebersamaan tersebut dengan teman-temin ‘piyik’ kecil ku itu.

terimakasih teman-temin kecil ‘piyik’-ku

Sekolah Xaverius Tanjungkarang-Sekolah Masa Kecil ku

Di balik cerita kebersamaan tersebut tak dapat ku pungkiri bahwa pada saat menjadi seorang Pelajar Sekolah Menengah Pertama, aku mengenal seseorang yang ku anggap sangat memperhatikan-ku. Dia akan selalu menjadi seorang pahlawan di dalam tugas-tugas satu mata pelajaran. Memang kami tidak melakukan hubungan khusus layaknya pasangan yang berpacaran tetapi tanpa kami sadari kami saling memperhatikan satu sama lainnya. Maklumlah pada saat itu kami masih sangat muda ‘piyik’ belia dan masih takut menembus tembok perbedaan agama.

Apa hendak dikata meski aku menuliskan bahwa perbedaan agama bukan menjadi penghalang pertemanan secara umumnya tetapi pada kenyataanya kami memang dipisahkan secara khusus oleh tembok agama tersebut.

Semua indah untuk dikatakan, dilukiskan, dan dituliskan tetapi sangat menyakitkan untuk dirasakan oleh hati dan fikiran!

terimakasih bagi-mu, @T*, seseorang yang pernah memperhatikan-ku di masa lalu…

Di Sekolah Xaverius Tanjungkarang ini pula aku mengenal dan belajar pertama kali arti kedisiplinan dalam berpakaian seragam sekolah, kaos kaki yang harus berwarna putih serta sepatu berwarna hitam (baca-hitam ‘kinclok’), berbaris rapih bersama musik, serta diajarkan untuk bersih karena kami melihat sendiri bahwa sekolah ini memang sangat bersih.

Dampak pengajaran pendidikan di sekolah yang satu ini masih terus ku rasakan dan aku yakin hal ini pula yang dirasakan oleh seluruh Alumni Sekolah Xaverius Tanjungkarang hingga saat ini.
terimakasih bagi-MU, yang telah memberikan kesempatan pada ku untuk mengenal pendidikan awal di masa kecil dan pra-remaja ku…
yang telah memberikan kesempatan atas suster-suster kepala sekolah, guru-guru, tata usaha, pegawai kebersihan sekolah ku dulu…
atas ide mereka yang telah membangun sekolah kecil ku…

Dan terakhir aku menamatkan sebagai pelajar di SMA Negeri 2 Tanjungkarang-Bandar Lampung. Harus ku akui bahwa di Sekolah Lanjutan Atas inilah aku mulai mengenal adanya perbedaan agama, keragaman budaya, kekayaan (baca-miskin kaya) dan segala pernak-perniknya.

~ds/di/dianasihotang

kehidupan-ku sebagai mahasiswi…
Dikuliahkan kembali oleh Bapak-Mama-ku ke STBA Yapari Bandung pada tahun 1991 hingga tamat pada Juni 1996.
Banyak hal aku pelajari di Bandung terutama hidup bersosialisasi, berkomunikasi, mulai merubah pola fikir dari anak daerah menjadi anak agak ke kota-an, melihat nyata adanya kehidupan sosial lain dari kehidupan ku selama aku besar di Kota Tanjungkarang-Bandar Lampung.
terimakasih bagi-MU yang telah berikan pelajaran hidup, teman/sahabat serta saat indah di Bandung…

kehidupan-ku sebagai pengangguran, menjadi pekerja dan kembali menjadi mahasiswi…
Pertengahan Juni 1996, tibalah waktunya untuk diri ku menetap di Kota Jakarta.
Sebuah impian semenjak masa kuliah untuk dapat ‘menaklukan’ Kota Jakarta, Ibu Kota Negara Indonesia ada di depan mata!

Bekal bangku kuliah membawa ku untuk siap ‘terjang kehidupan’ Jakarta.

Ya, setelah dua (2) minggu pengumuman lulus kuliah, bersyukurlah aku karena tanpa diduga sebelumnya aku langsung diterima sebagai salah satu karyawan di sebuah kedutaan asing yang berkedudukan di Daerah Jalan Thamrin-Jakarta.

Kembali lagi aku harus menuliskan bahwa ini mungkin sepele tetapi tidak untuk keluarga kecil dan keluarga besar ku. Dengan bangganya Bapak-Mama-adik ku akan memberitahukan kepada lingkungan sosialnya bahwa mereka memiliki seseorang yang bisa menembus sebuah Kedutaan Asing. Awalnya tidak ku sadari untuk sebuah kata bangga akan diri ku sendiri tetapi setelah keluarga besar mengatakannya barulah ku rasakan arti pentingnya diri ku terhadap mereka semua.
terimakasih keluarga-ku…

Di tempat kerja pertama kali inilah aku mengenal arti kata ‘salary’. Luar biasa nikmat yang ku rasakan di saat menerima uang dari hasil kerja ku tersebut.
terimakasih bagi-MU, Tuhan, atas anugerah yang sangat luar biasa ini…

Di Kota Jakarta ini pun makin merubah cara berfikir ku karena di sinilah aku mulai bisa asik ‘rumpian’ bersama orang yang seharusnya sudah ku panggil dengan sebutan Ayah (bapak) atau Ibu (mama) padahal kenyataannya mereka semua harus aku jadikan kawan sejawat kantor.

Kuliah kembali pada tahun 1999 di salah satu Universitas di Jakarta Barat yang banyak orang berkata ’sekolah mahal’ padahal banyak yang tidak tahu (tuh) bahwa sebenarnya aku mendapatkan bea siswa dari perusahaan dimana aku bekerja saat itu. (heheheee…)

Tepatnya 07 Mei 2005, aku dinyatakan lulus kuliah yang ke dua ini meski sebelumnya harus satu setengah tahun dulu ku tahan untuk menyelesaikannya dikarenakan proses kehadiran bayi kecil-ku, Gracio.
terimakasih ku pada Banque Nationale de Paris Paribas Indonesia, tempat dimana aku pernah pernah bekerja dalam kurun waktu yang lama (tahunan)…

kehidupan sehari-hari ku…
Saat ini adalah fakta nyata bahwa dimana aku dapat berteduh dengan nyaman adalah kota kelahiran ku, Kota Tanjungkarang-Lampung; tempat berteduh sehari-hari adalah sebuah kota kecil yang bernama Kota Citayam (satu kota setelah Kota Depok)-Jawa Barat, cari ‘hepeng’ (baca-duit) selama ini adalah Kota Jakarta.

Hidup terus bergulir sejalan dengan waktu, aku tapaki dan harus dihadapi yang harus aku hadapi. Tidak mudah memang bagi diri ku untuk berdiri kembali di saat ini dimana aku sudah terpuruk jatuh yang membuat hati dan fikiran ku terombang-ambing tetapi ternyata semua bisa, dapat meski perlahan dan harus aku lakukan untuk mengatasinya. Ya, semua itu hanya atas dukungan orang-orang terdekat ku, keluarga, beserta sahabat-sahabat ku dalam suka dan duka tentunya. HANYA mereka semua!
terimakasih bagi-MU yang telah memberikan mereka pada ku…

Aku berfikir bahwa aku adalah orang yang keras tetapi rupanya banyak orang bilang bahwa itu adalahsebuah ketegasan. Memang harus diakui bahwa aku memiliki ketegasan tersebut dan hal ini dapat ku buktikan dan ku rasakan selama aku berhubungan dalam lingkungan sosial sekitar ku. Ketegasan ini sering kali ku lakukan baik di dalam perkataan, pekerjaan, serta kukuh dalam pandangan tetapi untuk saat ini aku lebih banyak menjadi pendengar dan ikut membantu pemikiran bagi mereka yang percaya untuk menceritakan masalah mereka.

Sejalan dengan waktu dan tanpa ku sadari bahwa hingga saat ini sudah banyak orang yang bertukar fikiran dengan ku baik yang masih muda belia, mahasiswa/i, gadis atau perjaka, bahkan yang telah menikah. Entah kenapa mereka begitu percaya pada-ku. Terimakasih.

Dari mereka lah aku tahu bahwa aku memiliki kelebihan khusus yaitu menjadi seorang pendengar yang baik, menjadi teman bicara dalam bertukar fikiran, dan ikut membantu memotivasi mereka serta ikut menyelesaikan persoalan di dalam fikiran mereka.

sungguh menjadi hal kebahagiaan yang luar biasa atas kepercayaan ini dan kata terima kasih bagi mereka semua…

Tepat Bulan Mei Tahun 2010, baru terungkap tentang satu sifat kecil-ku yang berkenaan dengan kepercayaan di atas. Dari teman kecil-ku, Elvi Suprahatiningsih-lah baru ku ketahui sebuah informasi (penting menurut-ku.red) bahwa ternyata Diana Sihotang memiliki kelebihan khusus yaitu suka bercerita dan Elvi merupakan salah satu teman kecil yang menyukai saat aku mulai bercerita pada masa sekolah dulu.

Sangat berbeda dengan sifat asli-ku!

terimakasih Elvi atas informasi penting sifat kecil-ku ini…

~ds/di/dianasihotang

kebahagiaan-ku…

Aku sangat suka dan bahagia karena dapat menyapa orang (mungkin sedikit heboh) baik secara langsung, telpon, sms, atau di dunia maya/internet/cyber. Ku usahakan semampu ku untuk melakukannya setiap hari (maaf jika lupa di saat lalu). Mungkin ini merupakan hal sepele tetapi tidak untuk diri ku!

Aku hanya berfikir untuk memperbanyak teman, memperbanyak sapaan kepada mereka. Karena aku sudah merasakannya yaitu aku dapat hidup karenanya!

I’m happy and no wasting time for it!

Aku cepat marah dan sangat pemarah…pastinya aneh khan?
Sifat jelek ini akan terjadi jika aku melihat sesuatu di luar perkiraan ku sebelumnya atau diluar kebiasaan!
Hanya waktu yang mulai dan dapat mengubah sifat jelek ku tersebut.

Aku boleh membanggakan diri atas hasil pekerjaan ku selama ini (apapun dan dimana pun itu). Itu semua dikarenakan memiliki sifat disiplin, tegas (mungkin sangat tegas), teratur/apik, terperinci dan ini yang sangat penting yaitu tepat waktu!
Akibat dari sifat itu semua, so pasti dampak dan akhirnya adalah aku memiliki loyalitas pekerjaan yang tinggi pula.

~ds/di/dianasihotang_simbol mawar

Aku sangat suka bahkan sangat sering untuk mengucapkan kata maaf, terimakasih, kangen atau rindu, cantik atau ganteng, pujian untuk seseorang, selamat ulang tahun, indah atau buruk, baik atau jelek.
Bukan ingin dilihat baik atau dipuja atau malah mungkin tidak disukai tetapi semua adalah sebuah kebahagiaan yang tak dapat dinilai dengan harga apapun!
Bukan basa-basi!

Aku memiliki catatan-catatan apik tentang alamat, nomor telpon atau keterangan lainnya tentang teman-teman ku. Aku suka melakukannya karena mereka adalah kebahagiaan dan kehidupan-ku!

Aku suka belajar akan hal yang baru.
Apapun yang aku suka, akan ku pelajari dengan teliti dan seksama karena aku senang menganalisa.

Aku menyukai ‘traveling’, kemana pun, apalagi daerah yang baru.
‘diana, suka berpetualang!’ itu kata-kata seseorang!

Aku sangat suka bernyanyi dan mendengarkan musik.
Aku sangat suka memperhatikan setiap nada-nada minor pada sebuah lagu atau musik. Menambah ke-cinta-an serta ‘greget’ hati pada lagu dan musik tersebut.

~ds/di/dianasihotang_simbol matahari

Aku sangat suka melihat dan memperhatikan cara orang bernyanyi apalagi jika kata-kata dalam sebuah lagu yang dibawakannya sangat menyentuh hati.

Waktu masa kecil dan masa kuliah, sering ku mainkan piano atau organ atau gitar meski pada kenyataannya sangat minim sekali permainan musik ku. Aku pernah les piano (sebentar) dan belajar sendiri untuk memainkan sebuah gitar.
Aku suka menghabiskan waktu untuk bernyanyi dan bermain musik bersama sahabat ‘kost’ pada jaman kuliah dulu.
Sangat indah!

Aku penikmat kehidupan. Aku sangat suka melihat pernak-pernik kegiatan kecil dari sekeliling ku karena dari situlah aku belajar makna dan arti bersyukur sehingga dari sanalah keluar ide penulisan ku.
‘biarkan diana menikmatinya sekarang!’, itu kata-kata pahit yang ku terima dari seseorang!

Aku suka membaca profile sesorang karena di sanalah terdapat nilai kehidupan seseorang apalagi perjuangan kesuksesannya.
Sangat membangun!

~ds/di/dianasihotang_simbol teratai putih

Aku suka mengumpulkan dan menyimpan artikel-artikel bermakna dan selalu ku usahakan berbagi kepada teman dan sahabat-ku.

Aku sangat suka membaca dan memperhatikan tulisan-tulisan pendek bermakna.

Aku suka mengumpulkan barang-barang kecil apalagi barang tersebut adalah pemberian dari seseorang. Siapa pun dia!
Ku simpan dalam hati dan berada dalam rumah ku. Semua penuh arti dan makna!
It’s so wonderful!

Jika aku merasakan bahwa seseorang punya arti dan dia bermakna pada kehidupan pribadi-ku maka aku akan memintanya dengan sangat untuk membuatkan sebuah surat kepada-ku.

Jika sedang ada ide, aku akan menulis artikel kecil dan membawa semua pembaca ke nuansa yang berbeda. Aku bahagia melakukannya karena aku melihat diri ku sendiri!

Kebanyakan dan nampaknya bahwa artikel yang ku buat bernuansa romantis padahal aku pribadi merasa lucu dan norak untuk melakukannya apalagi masalah hubungan romantisme percintaan… (heheheee…) tetapi aku suka!

Dalam keseharian aku sangat suka sekali mengenakan jeans agak pas di kaki, t-shirt atau kaos oblong cerah, tas ransel, serta sepatu olah raga and no make up!

~ds/di/dianasihotang

kehidupan dunia maya ku…
Pada awalnya aku mengenal dunia maya/internet/cyber pada tahun 1997. Dari dunia itulah banyak hal yang aku dapat dan pelajari. Sering kali tanpa aku duga sebelumnya dari dunia maya inilah banyak teman dan sahabat yang aku miliki. Dari mereka juga sering kali ide cerita ataupun goresan yang aku buat untuk diciptakan. Dari mereka juga semangat menggoretkan tulisan harian yang semampu ku selalu dan selalu ku berikan untuk mereka.
HARUS aku akui dan tuliskan, terimakasih teman dan sahabat

Awal mengenal dunia permilist-an ala dunia maya, aku mendaftarkan diri ke sebuah Milist Kriten yang aku fikir saat ini masih sangat efisien bagi semua orang ala dunia maya untuk saling berbagi, membangun, belajar menjadi garam dan terang. Pokoke banyak hal juga aku dapatkan disana.
terimakasih Sahabat Kristen
terimakasih Sahabat Kristen-Chat, kalianlah yang telah memberikan nuansa berbagi akan makna dan arti hidup ke kristenan ku…

Khusus bagi mereka yang awalnya mengenal dan tau diri ku lewat dunia maya per-Milist-an Batak_Gaul (hanya nama, alamat e-mail, dan inisial ku) maka tanpa segan mereka akan mengatakan bahwa diri ku adalah manusia yang sombong, tegas, galak serta saklek!
Jawaban dari kesemuanya adalah tugas dan kewajiban!

Bermodalkan otak atau fikiran, mata, ke dua tangan dengan 10 jari yang ku punya, aku terus mencoba memberikan yang terbaik dari apa yang aku miliki untuk diberikan kepada seluruh teman dan sahabat ku ala dunia maya khususnya dan semua orang pembaca pada umumnya meski kadang berat ku rasakan disebabkan diri ku yang juga masih dalam tahap pembelajaran untuk menjadi lebih baik karena aku bukan orang baik (baca-tidak suci).

Tetapi semua ini harus ku beranikan karena ini fakta nyata bahwa saran dan semangat dari seluruh teman dan sahabat ku-lah semua dapat terwujud. Suatu kebahagiaan tersendiri bagi diri ku jika ternyata buah hasil mata, fikiran, serta tangan ku dapat berguna dan bermanfaat bagi mereka.
terimakasih atas semua ini, TUHAN…

~ds/di/dianasihotang

tak lupa dengan segala rasa hormat yang keluar dari hati yang paling dalam, aku ingin selalu meminta maaf atas kesalahan kata, perbuatan, serta tulisan yang sengaja ataupun tidak sengaja aku lakukan pada kalian semua, teman, sahabat, orang-orang terdekat, serta para pembaca.

so inilah aku, Diana SIHOTANG, yang punya panggilan ‘di’, serta yang punya inisial ‘~ds’ ini.

selalu salam persahabatan dalam kasih damai

 

peace & love
~ds/dianasihotang

Facebook Comments


12 comments to Who am I / Siapa aku

  • Aku salut pada sahabatku ini, begitu banyak pengalaman yang didapat namun tetap rendah diri. Maju terus sahabatku.

  • @> Kennoy

    Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya pada dianasihotang poenya website.
    Akhirnya datang juga komentar kenangan indah itu…Asli, bahagia banget atas kehadiran goresan-mu lewat media ini!
    Kita cari waktu baik untuk bermain gitar bersama juga dengan lainnya, sis.

    thank you Lord…

    peace & love
    ~ds/dianasihotang

  • Kennoy

    so, kapan kita main gitar bareng lagi?
    miss that time so much..
    Rgds,

    Kennoy

  • @> Marihot Nainggolan

    Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya pada dianasihotang poenya website, bro MN.

    Eng-ing-eng aku kedatangan tamu seperti mu, bro. Salah satu adik kecil yang memiliki wajah rupawan, serta kedahsyatan dalam masalah otak…sippp-lah!
    Pastinya memang sangat lama kita tidak bersua!
    Takkan pernah ku lupakan diri mu, bro. Masa kecil ‘Bhakti’ merupakan semangat, dan inspirasi bagi diri pribadi ku, termasuk per-tetangga-an kita dulu.
    Juga takkan pernah terlupakan HKBP Kedaton karena kita besar bersama disana!
    Indah dan luarrr…rrr…biasa khan? heheheee…eee…

    Sukses selalu untuk mu, bro.

    peace & love
    ~ds/dianasihotang

  • @> Angelina

    Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya pada dianasihotang poenya website, sis.
    So pasti salam kenal kembali dan salam hormat ku untuk mu.
    Suatu kebahagiaan tersendiri bagi ku jika memang isi dari tulisan yang ada dapat bermanfaat.

    Sukses selalu untuk mu, sis.

    peace & love
    ~ds/dianasihotang

  • Marihot Nainggolan

    Halo Diana,
    aku tadi nyari2 hkbp kedaton di google eh..salah satu yang muncul ya web mu ini..
    keren euy..
    udah lama yah?

    oia apa kabar sekarang ini..

    Marihot Nainggolan

    tetanggamu

  • Diana…salam kenal ya, aku senang secara tak sengaja membuka website mu…aku suka isinya, sangat inspiratif dan friendly banget.aku boleh kan belajar dari kamu..thanks ya, selamat natal dan tahun baru 2010, Tuhan Memberkati.

  • @> MHS

    Senyum sumringah untuk mu,sis.
    Luar biasa kamu ingin tahu tentang diri ku!
    Terimakasih setulus hati dan salam hormat (pakai dua tangan) dari ku…

    ‘DD’ is very good name too and I like it!
    You have been asking me before, haven’t you? and I gave it. Go head. Never mind, sis!
    And my best colleagues call that too heheheee…eee…

    You should be coming into my another WEBLOG, of course sis, my best ‘BERBAGI’ too.
    Plz check it on http://dianasihotang.com/, find the Menu- ‘LINKS – ART LIFE’, you’ll find it.

    peace & love
    ~ds/dianasihotang

  • Maria Hening Sasanti

    Dear Diana Sihotang…

    Sudah 2 kali q comment tp baru sekali ini aku membaca ‘who am i diana sihotang…’ so juga baru tahu kalo Diana Sihotang biasa dipanggil dg ‘di’ dan inisial ‘ds’.. Padahal q dh terlanjur memanggil dg ‘Dear Diana or Diana Dear’ n inisial ‘DD’… krn semua yg kubaca membuahkan kesan bagiku bahwa Diana Sihotang is a so luvly person ..dat’s why i addressed u “dear”..
    tp ternyata ada nama lain yg memang sudah Diana pakai selama ini..so sorry for that .. hopefully not make u dissapointed.. :)

    Well, keep writing, singing, and sharing your awesome talents Di.. God bless you and ur wonderful fam.. always and always…

    much prayers n luv,
    maria hening sasanti (43 years old)

  • [...] Berat akan menjadi lebih berat dan pemikiran jauh akan menjadi lebih jauh jika kita memandangnya sangat jauh tetapi kata tunjuk ‘jauh amat’ harus bisa kita rubah menjadi kata tunjuk ‘dekat amat’. Kata-kata tersebut dapat berubah tergantung darimana dan bagaimana cara kita memandang dan wujud perubahannya dapat terlihat nyata jika kita mau merubah pola fikir dengan cara pandang yang lebih sederhana. Begitu pula dengan jarak jauh Kota Citayam. [...]

  • [...] Oleh: Diana Sihotang [...]

  • [...] Oleh: Diana Sihotang [...]

Leave a Reply

Connect with Facebook

  

  

  


*

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

To comment, click below to log in.

» Motivation Plus

1 kepekaan berkaitan erat dengan 1 rasa hati..!
Semakin cepat kita dapat merasakan dan menggerakkan 1 gelora rasa hati maka semakin nyata, mudah, dan makin tajamlahlah rasa kepekaan kita..!

Jangan lupa, kawans..
Hanya lewat alat indera yang kita miliki plus hati yang tulus barulah ketajaman akan kepekaan dapat menghasilkan 1 aura positif yang sangat luar biasa..!
— ~ds/dianasihotang

» Popular Categories

» tipsPLUS Gallery

Lonceng Cinta Alamat Cinta Someone Who Reaches and Touches Ur Heart Aliran Cinta Sapa Yang Istimewa A True Friend
... » Let your love lead through the darkness « » Setiap waktu berikan SENYUM KETULUSAN kepada teman dan sahabat kita « » Be Motivated and Doing Something Right for Today! «...