Seorang sahabat selalu sigap menjaga sahabatnya untuk tidak melakukan kesalahan fatal dalam hidupnya. Pada saat ‘kebahagiaan’ terjadi seorang sahabat juga hadir untuk mengingatkan dan bahkan akan ‘menampar’ sahabatnya. Tetapi biasanya pada saat itu pula seorang sahabat akan dibenci kehadirannya karena hanya dianggap sebagai sebelah sandal jepit butut yang menjijikkan dan dianggap telah mengganggu kesenangan saja. [...]
Jika waktu masih ada, jika masih ada kesempatan… Sudah sepatutnya, sudah seharusnya… Berikan dengan tulus hati kita untuk ibu… Lakukanlah yang terbaik hanya untuk ibu! [...]
CINTA dan KASIH SAYANG itu akan HIDUP jika dia selalu dialirkan dan dipancarkan layaknya LILIN-LILIN KECIL yang BERSINAR hingga kapan dan dimanapun… [...]
untuk-mu, INDONESIA-ku… Tujukan cubitan kita ke arah Alat Indera Peraba, yaitu kulit kita dan cubitan kita kali ini diarahkan oleh tangan kanan kita ke arah lengan kiri kita. APA yang kita rasakan? BAGAIMANA RASA NIKMAT CUBITAN yang kita rasakan? Hanya Anda dan saya yang mengetahui JAWABAN RASA NIKMAT dari CUBITAN tersebut! [...]
Kita tidak hidup sendirian! Kita membutuhkan teman… Kita membutuhkan sahabat… Sediakanlah sedikit ruang waktu bagi teman dan sahabat kita dan biarkan mereka melepaskan serta membebaskan beban beratnya! Berikan salah satu KEKUATAN SAYAP kita bagi mereka karena INTAN KEMILAU yang telah kita berikan akan terus menghampiri dan menerangi kita! Ada kekuatan di dalam tawa kegembiraan pertemanan dan persahabatan sehingga kita tidak akan pernah terlarut di dalam tantangan dan cobaan yang sedang kita hadapi! [...]
SAKIT untuk mendengar ucapan! LEBIH SAKIT untuk mengucapkan karena telah merasakan pencampakan dan kebohongan besar belaka! Benarkah demikian? — ~ds/dianasihotang
» Recent Comments